Advertisement

Tuesday, 4 September 2018

Rangkuman Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

A.    Sejarah Bahasa Indonesia

1.      Perkembangan bahasa Indonesia sebelum kemerdekaan.
Pada dasarnya bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu, mengapa hal ini bisa terjadi? Diantaranya dikarenakan pada zaman kerajaan Sriwijaya bahasa yang sering digunakan untuk melakukan jejaring dalam perdagangan maupun kebiasaan sehari – hari adalah bahasa melayu, yang dimana kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan yang bisa menyatukan seluruh nusantara (Abdul Khamid : wordpress.com).
Pada kenyataannya bahasa Indonesia lewat bahasa melayu telah berkembang sejak zaman kerajaan yaitu dengan bukti – bukti ditemukan beberapa tulisan yang telah menggunakan bahasa melayu seperti :
a.       Tulisan yang terdapat pada batu Nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380
b.      Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang pada tahun 683.   
c.       Prasasti Talang Tuo, di Palembang pada Tahun 684.
d.      Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada Tahun 686. 
e.       Prasati Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada Tahun 688.
Dalam perjalanan di zaman kerajaan ternyata bahasa melayu sudah mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari – hari, bahkan dalam menyebarkan agama islam para pendakwah sering menggunakan bahasa melayu sebagai sarana berkomunikasi. Dalam melakukan perdagangan pun banyak orang menggunakan bahasa Melayu, dan hal tak lain yaitu bahasa melayu merupakan bahasa penghubung antar suku sehingga bahasa ini lebih dipilih sebagai bahsa persatuan (Abdul Khamid : wordpress.com)
2.      Perkembangan bahasa Indonesia menjelang kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan Negara Republik Indonesia, tepatnya pada tahun 1928 para pemuda Indonesia mengeluarkan semboyang yang disebut sebagai “Sumpah Pemuda” yang didalamnya terdapat 3 ikrar yaitu :
a.       Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
b.      Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang  satu, Bangsa Indonesia.
c.       Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Dengan munculnya Sumpah Pemuda tersebut maka menguatkan bahwa bahasa persatuan Indonesia adalah bahasa Indonesia. Dalam hal ini ternyata para pemuda telah memiliki pandangan tentang bahasa Indonesia yang berasal – usul dari bahasa melayu yang menguatkan mengapa harus bahasa yang berasal dari bahasa melayu tersebut yaitu :
a.       Bahasa melayu adalah merupakan Lingua Franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
b.      Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak di kenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
c.       Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku2 yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
d.      Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
Dari empat faktor diataslah yang dapat memberi kejelasan mengapa bahasa melayu yang harus diangkat menjadi bahasa Indonesia, dan dijadikan sebagai bahasa persatuan Syaid Maulana (wordpress.com).

B.     Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia telah memiliki kedudukan yang sangat penting dimana seperti yang dijelaskan pada ikrar “Sumpah Pemuda” 1928 bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan Negara Indonesia. Dalam UUD 1945 bab XV juga dijelaskan tentang bendera, bahasa, lambing Negara serta lagu kebangsaan, dan pada pasal 36 dijelaskan juga mengenai bahasa Negara ialah bahasa Indonesia (Ramaeka Putri : blogspot.com)
Sesuai dengan pernyataan diatas maka bahasa Indonesia dibagi menjadi dua yaitu :
1.      Bahasa Nasional
Kedudukan bahasa Indonesia lebih tinggi dari bahasa daerah – daerah yang ada di seluruh Indonesia, dari kedudukan sebagai bahasa nasiaonal maka bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai :
a.       Lambang kebanggan Nasional
Bahasa Indonesia perlu dijaga dan dikembangkan karena bahasa Indonesia mencerminkan dan mendasarkan rasa kebangsaan, dan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pegangan dalam kehidupan sehari – hari.
b.      Lambang Identitas Nasional
Sebagai identitas nasilonal menyatakan bahwa bahasa Indonesia dapat menyatakan suatu sikap dan karakter seseorang bangsa Indonesia.
c.       Alat pemersatu berbagai suku bangsa
Bahasa Indonesia juga menjadi alat pemersatu keberagaman bangsa yaitu suku bangsa maupun kedaerahan, semua warga Negara tidak perlu menjelajah jauh tentang perubahan dasar suku namun hanya perlu belajar bahasa Indonesia sebagai salah satu sarana berkomunikasi.
d.      Alat penghubung antar budaya dan antar daerah.
Dengan adanya bahasa penghubung maka bangsa Indonesia akan terhindar dari suatu perpecahan dikarenakan antar daerah akan mengetahui apa yang dimaksud dan tujuan dari suatu perkataan dan tujuan, dan dengan adanya bahasa penghubung antar daerah dapat ememudahlan dalam melakukan musyawarah.
2.      Bahasa resmi  kesatuan Negara Republik Indonesia
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan tentunya juga mempunyai suatu bobot karena dengan bahasa suatu Negara dapat bersatu, tentunya bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan juga memiliki fungsi yaitu :

a.       Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan
Bahasa Indonesia sebagai bahasa kenegaraan artinya bahasa Indonesia digunakan untuk acara kenegaraan seperti upacara bahkan pada surat menyurat juga menggunakan bahasa Indonesia.
b.      Bahasa pengantar pendidikan
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana hubung antara pendidik dengan pelajar, hal ini dilakukan dikarenakan untuk menyamakan bahasa dan komunikasi yang baik antar orang.
c.       Alat pengembang kebudayaan dan IPTEK
Bahasa Indonesia sebagai bahasa pokok dalam mengebangkan kebudayaan dan ilmu pengetahuan tentunya seperti surat kabar serta buku pembelajaran juga menggunakan bahasa Indonesia. (Lalu Aksanithawim : blogspot.com)

C.    Perkembangan Bahasa Indonesia

1.      Perkembangan Ejaan
Ejaan merupakan cara atau aturan menulis kata-kata dengan huruf menurut disiplin ilmu bahasa. Dengan adanya ejaan diharapkan para pemakai menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai aturan-aturan yanga ada. Sehingga terbentuklah kata dan kalimat yang mudah dan enak didengar dan dipergunankan dalam komonikasi sehari hari. Sesuai dengan apa yang telah diketahui bahwa penyempurnaan ejaan bahsa Indonesia terdiri dari:
a.       Ejaan van Ophuijsen
Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:
Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.
Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb. Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dsb.
b.      Ejaan Soewandi
Ejaan Soewandi adalah ketentuan ejaan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947. Ejaan ini kemudian juga disebut dengan nama edjaan Soewandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu. Ejaan ini mengganti ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901.
Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.  Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
c.       Ejaan Yang Disempurnakan
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul “Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” (Karina : blogspot.com)
2.      Kongres Bahasa Indonesia.

Kongres bahasa Indonesia dilakukan setiap lima tahun sekali, dalam kongres ini pemerintah melakukan pengebangan bahasa Indonesia, penyempurna dan mengkaji fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia, hal ini perlu dilakukan dikarenakan dalam perjalanan zaman bahasa Indonesia harus mengalami penyempurnaan dan kajian supaya nantinya tidak hilang tergerus bahasa asing atau bahasa lainnya. (Handika : blogspot.com).

SUMBER :

Wikipedia, 2018, Sejarah Bahasa Indonesia, https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia, diakses pada Senin, 20 Agustus 2018, pukul 18.30
Handika Abdillah, 2012 Perkembangan Bahasa Indonesia http://handikaabdillah20021992.blogspot.com/2012/10/perkembangan-bahasa-indonesia-sebelum.html , diakses pada Senin, 20 Agustus 2018, pukul 18.30
Karina Risaf, 2012, Perkembangan Bahasa Indonesia http://karinarisaf.blogspot.com/2012/10/perkembangan-bahasa-indonesia.html , diakses pada diakses pada Senin, 20 Agustus 2018, pukul 18.30
Abdul Khamid, 2016, Sejarah Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia https://abdulkhamid12.wordpress.com/bahasa-indonesia/materi/sejarah-fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/diakses pada diakses pada Selasa 21 Agustus 2018, pukul 20.00
Rahmaeka Putri, 2010, Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia, http://rahmaekaputri.blogspot.com/2010/09/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia.htmldiakses pada diakses pada Selasa 21 Agustus 2018, pukul 20.00

Saturday, 11 August 2018

Operasi String pada Pascal

STRING


String merupakan kumpulan karakter , berbentuk array yang dimulai dengan indeks 1
 Misalkan terdapat string S sebagai berikut:
P
A
S
C
A
L
           
            String ‘PASCAL’ di atas merupakan array di mana S[1] = P,   S[2] = A,   S[3] = S,   S[4] = C,   S[5] = A,   S[6] = L
           
OPERASI STRING
¨         Menggabung String
Di dalam bahasa Pascal, penggabungan dua buah string atau lebih dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan operator plus (+) dan dengan menggunakan fungsi concat, yang memiliki bentuk deklarasi sebagai berikut:

        Function concat(s1[,s2, … , sn]:string):string;

Contoh :        ‘D3’ + ‘STATERKOM’   dapat juga dituliskan dengan
                          Concat(‘D3’,’STATERKOM’)

¨         Menghapus Substring
        Untuk melakukan penghapusan substring dari suatu string, dapat digunakan prosedur delete yang memiliki bentuk deklarasi sebagai berikut:

        Procedure delete (var S:string; i,n : integer);

Prosedur tersebut akan menghapus substring sebanyak n karakter dari string S mulai dari posisi ke-i.

¨         Menyalin string
        Proses penyalinan string dilakukan dengan fungsi copy yang memiliki bentuk deklarasi sebagai berikut:

        Function copy(S:string; i,n :integer) : string

Fungsi ini akan melakukan penyalinan substring dari string S sebanyak n karakter dimulai dari posisi atau indeks ke-i.

¨         Menyisipkan string
        Untuk melakukan penyisipan substring ke dalam string tertentu adlah dengan menggunakan prosedur insert, yang memiliki bentuk deklarasi sebagai berikut:

        Procedure insert(S1:string; var S2: string; i : integer);

 Prosedur di atas akan menyisipkan string S1 ke dalam S2 pada posisi ke-i.

¨         Mendapatkan posisi string
        Untuk mengetahui posisi substring di dalam suatu string, maka digunakan fungsi Pos yang memiliki bentuk deklarasi sebagai berikut:

        Function Pos (substr : string; S : string) : byte;

Fungsi tersebut akan mengembalikan indeks berupa nilai (bertipe integer) yang merupakan posisi dari substring yang dicari.

¨         Mendapatkan panjang string
   Panjang sring merupakan jumlah karakter yang terdapat di dalam suatu string. Untuk mendapatkan panjang string dalam bahasa Pascal digunakan fungsi length yang memiliki bentuk deklarasi sebagai berikut:

   Function length(S:string):integer;

Fungsi tersebut akan mengembalikan panjang string S.

¨         Konversi Bilangan ke String atau sebaliknya
        Untuk mengkonversi suatu bilangan menjadi string dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur Str yang memiliki bentuk deklarasi sebagai berikut:

        Procedure Str(Bilangan[:Lebar[:Desimal]];var StHasil:string);

v  Bilangan adalah nilai numeris yang akan dikonversi
v  StHasil adalah variable yang akan menerima hasil konversi

Sedangkan untuk mengkonversi string ke bilangan dapat digunakan prosedur val yang memilki bentuk deklarasi sebagai berikut:

            Procedure val(St; var V; var Kode):integer;

v  St adalah string yang berisi bilangan
v  V adalah variable yang akan diisi dengan nilai numeris dari St
v  Kode adalah variable yang akan diisi dengan nilai numeris yang menyatakan ada tidaknya kesalahan sewaktu pengkonversian. Variable ini berisi nol kalau St berhasil dikonversi. Nilai selain nol menyatakan letak kesalahan

¨         Konversi ke kapital
        Untuk mengkonversi dari huruf kecil menjadi huruf capital dapat digunakan fungsi Upcase dengan argumen bertipe char memberikan hasil berupa huruf capital dari argumennya.Sekiranya argumen tidak berupa huruf kecil, nilai balik fungsi ini akan sama dengan argumennya.

¨         Karakter ke ASCII atau sebaliknya
        Dua fungsi yang berkaitan dengan pengkonversian karakter ke nilai ASCII dan sebaliknya adalah Ord dan Chr.
v  Ord memberikan nilai ASCII dari sebuah karakter
v  Chr mendapatkan karakter berdasarkan suatu nilai ASCII
Contoh : Ord(‘A’) memberikan hasil 65
               Chr(65) memberikan hasil ‘A’

TUGAS STRING
v Jalankan TPW
v Tuliskan kode program berikut ini

   Program string1;
Uses wincrt;
Var
   Kata_1, Kata_2, Kata_4, Hasil : String;
   Spasi                                : String[1];
Begin                      
   ClrScr;
   Spasi := ' ';
   Kata_2 := 'Latin';
   Kata_1 := 'Concatenate';
   Kata_4:= 'join';
{Menggunakan tanda + untuk menggabungkan kata}
   Hasil := Kata_1 + Spasi + 'is' + Spasi + Kata_2 + ' for ' +  Kata_4;
   WriteLn(Hasil);
End.

v Simpan kode program diatas dengan nama string1.pas kedalam folder anda!
v Jalankan kode program tersebut dan lihat hasilnya di layar


Program string2;
Uses wincrt;
Var
   Tgl                         : String;
   Day, Month, Year, Error_code  : Integer;
Begin
   ClrScr;
   WriteLn('Masukkan tanggal dalam bentuk: MM-DD-YY : ');
   ReadLn(Tgl);
   {konversi bulan}
   Val(Copy(Tgl, 1, 2), Month, Error_code);
   {konversi hari}
   Val(Copy(Tgl, 4, 2), Day,   Error_code);
   {konversi tahun}
   Val(Copy(Tgl, 7, 2), Year,  Error_code);
   {Cetak Hasil}
   WriteLn('Tanggal sekarang adalah: ');
   WriteLn('          Month = ', Month);
   WriteLn('          Day   = ', Day);
   WriteLn('          Year  = ', Year + 2000);
End.

v Simpan kode program diatas dengan nama string2.pas kedalam folder anda!
v Jalankan kode program tersebut dan lihat hasilnya di layar



Program string3;
Uses wincrt;
Var
   Tgl, Temp_1, Temp_2, Temp_3  : String;
   Day, Month, Year               : Integer;
Begin
   ClrScr;
    WriteLn('Memasukkan tanggal: ');
   Write('         Month = ');   ReadLn(Month);
   Write('         Day   = ');   ReadLn(Day);
   Write('         Year  = ');   ReadLn(Year);

{ convert month }
   Str(Month, Temp_1);

{ convert day }
   Str(Day,   Temp_2);

{ convert year }
   Str(Year,  Temp_3);

 Tgl := Concat(Temp_1, '-', Temp_2, '-', Temp_3);

{ print out Hasil }
   WriteLn('Tanggalnya adalah : ', '''', Tgl, '''');
End.

v Simpan kode program diatas dengan nama string3.pas kedalam folder anda!
v Jalankan kode program tersebut dan lihat hasilnya di layar

  


program kapital2kecil;

uses wincrt;

var
  posisi : integer;
  kalimat : string;
  kar : char;

begin
  clrscr;
  kalimat := '2 * 2 SAMA DENGAN 4';
  writeln('SEMULA : ',kalimat);
  for posisi := 1 to length(kalimat) do
  begin
    kar := kalimat[posisi];
    if (kar >= 'A') AND (kar <= 'Z') then
    begin
      kar := chr(ord(kar) + 32);
      kalimat[posisi] := kar;
    end;
  end;
  writeln ('HASIL  : ',kalimat);
end.

v Simpan kode program diatas dengan nama kap2kcl.pas kedalam folder anda!
v Jalankan kode program tersebut dan lihat hasilnya di layar




TUGAS:
Buatlah program dalam bahasa Pascal dan C++ untuk soal-soal berikut ini.
1.  Buatlah program untuk membalik suatu string. Misalnya string ‘SELAMAT BELAJAR’ diubah menjadi ‘RAJALEB TAMALES’
2.     Buatlah program yang meminta suatu string dimasukkan dari keyboard, kemudian program melaporkan:
§   Jumlah huruf  kapital
§   Jumlah huruf kecil
3.     Buatlah program yang mengkonversi setiap huruf kecil menjadi huruf capital dan setiap huruf capital menjadi huruf kecil. Contoh:
‘Turbo Pascal’ menjadi ‘tURBO pASCAL’
4.     Asumsikan bahwa terdapat string MATEMATIKA, buat program yang memanipulasi string sehingga menghasilkan output seperti di bawah ini:
M
M-A
M-A-T
M-A-T-E
M-A-T-E-M
M-A-T-E-M-A
M-A-T-E-M-A-T
M-A-T-E-M-A-T-I
M-A-T-E-M-A-T-I-K

M-A-T-E-M-A-T-I-K-A

Sunday, 5 August 2018

JENENGE SATRYA LAN KASATRIYANE

JENENGE SATRYA LAN KASATRIYANE

Assalamu’alaikum Wr Wb

Ing dina iki kula arep posting materi JENENGE SATRYA LAN KASATRIYANE. Langsung wae ing ngisor iki penjelasane.

Abimanyu                   satriya ing Plangkawati.
Anoman                      satriya ing Kendhalisada.
Arjuna                         satriya ing Madukara.
Aswatama                   satriya ing Sokalima.
Antareja                      satriya ing Jangkarbumi.
Antasena                     satriya ing Sapta Pertala.
Bimasena                    satriya ing Jodhipati.
Burisrawa                   satriya ing Madyapura.
Dresthajumna             satriya ing Cempalareja.
Dursasana                   satriya ing Banjarjungut.
Gathutkaca                 satriya ing Pringgodani.
Indrajit                        satriya ing Bikungkung.
Irawan                        satriya ing Yasarata.
Janaka                        satriya ing Madukara
Jayadrata                    satriya ing Banakeling.
Kartamarma               satriya ing Banyutinalang / Ngadilangu.
Kumbakarna              satriya ing Panglebur Gangsa.
Lesmana Mandrakumara satriya ing Saroja Binangun.
Nakula                       satriya ing Gumbiratalun / Bumi Retawu.
Sadewa                      satriya ing Sawojajar.
Samba                        satriya ing Paranggarudha.
Setiyaki                     satriya ing Lesanpura.
Setyaka                      satriya ing Tambak Mas.
Sengkuni                   satriya ing Plasajenar.
Sombo                       satriya ing Parang Garudha.
Thistajumpena           satriya ing Cempalareja.
Udawa                       satriya ing Widarakandang.
Werkudara                 satriya ing Jodhipati.

Kapustakaan :

Abikusno, PEPAK BASA JAWA, Pen. Express, Surabaya, 1996.
https://www.scribd.com/doc/87196355/Jenenge-Satriya-Lan-Kasatriyane

Samene wae postingan JENENGE SATRYA LAN KASATRIYANE, mugi-mugi manfaat.

Wassalamu’alaikum Wr Wb