Monday, 1 February 2016

Integrasi Timor-Timur (lanjutan materi orba)

Integrasi Timor-Timur
  Di wilayah koloni Portugis (Timor-Timur) yang berbatasan dengan Indonesia sedang mengalami krisis politik
  Di Timor-Timur muncul 3 parpol besar yang memanfaatkan kebebasan yang diberikan pemerintah Portugas
  1.     Persatuan Demokratik rakyat Timor (Timor-Timur ingin menjadi bagian dari Portugal
  2.     Front Revolusioner Kemerdekaan Timor-Timur (pemerintahan yang radikal yang ingin merdeka)
  3.     Ikatan Demokratik Popular Rakyat Timor (ingin bergabung dengan Indonesia)
  Ada juga partai kecil yaitu Kota dan Trabalista
  31 Agustus 1974, Arnaldo Dos Reis Araujo menyatakan partainya bergabung dengan Indonesia  sebagai provinsi ke 27 atas dadar persamaan dan hubungan erat baik historis, etnis dan geografis
  Indonesia menanggapi positif karena takut kalau Timor jatuh ke komunis, tetapi juga Indonesia tidak menerima begitu saja
  Keterlibatan Indonesia pada Timor terjadi setelah adanya permintaan dari pendukung proklamasi Balibo yang terdiri dari UDT bersama Apodeti, kota dan Trabalista
  Keempat partai tersebut meminta bergabung dengan Indonesia
  31 Des 1976, DPR Timor meminta agar Indonesia secepatnya menerima dan mengesahkan rakyat dan wilayah Timor kedalam NKRI
  Akhirnya Indonesia bersama AS menerapkan Operasi Seroja
  Indonesia mengeluarkan UU No. 7 Tahun 1876 tentang pengesahan penyatuan Timor-Timur kedalam NKRI dan pembentukan daerah tingkat I Timor-Timur dan diperkuat oleh Tap MPR No, IV/MPR/1978
  Timor-Timur secara resmi masuk wilayah NKRI dan menjadi Provinsi ke 27
  Tetapi setelah wilayah tersebut masuk Indonesia menimbulkan banyak permasalahan apalagi setelah berakhirnya perang dingin dan runtuhnya US

Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi Masa Orba
  Pendekatan keamaan, Ekonomi yang dilakukan Orba memang berhasil menciptakan suasana aman
  Pembangunan Ekonomi berjalan baik (Indonesia menjadi negara swasembada pangan)
  Penurunan angka kematian bayi, kemiskinan meningkat. Kesehatan dan Pendidikan juga meningkat drastis

Dampak Orba di sisi politik dan ekonomi juga berdampak negatif:
  1.     Pemerintah Orba bersifat otoriter (sentralitas) Otoriter dalam segala aspek kehidupan
  2.    Orba gagal berdemokrasi baik (golkar dianggap sebagai alat politik untuk mencapai stabilitas yang diidnginkan, sedang 2 parpol lain hanya sebagai alat pendamping)

  Dampak Orba di bidang Ekonomi yang berdampak negatif :
  1.      Karena terlalu memfokuskan pertumbuhan ekonomi, akhirnya berdampak pada budaya korupsi bagi para pejabat (Distribusi hasil pembangunan dan pemanfaatan dana untuk pembangunan
  2.       tidak dibarengi kontrol yang efektif akhirnya dana tersebut disalahgunakan)
  3.     Pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan terbentuknya akses dan distribusi yang merata akhirnya berdampak pada kesenjangan antara kota-desa, kaya-miskis, pertanian-industri
  4.     Pelanggaran HAM (peristiwa Pulau Buru, Malari, Tanjung Priuk, Marsinah, Tragedi Trisakti,dsb
  •      Dengan situasi politik dan ekonomi yang meningkat , maka Suharto di nobatkan sebagai “Bapak pembangunan” tapi seolah tidak bermakna karena terdapat ketidakmerataan di wilayah yang justru menjadi penyumbang terbanyak seperti Riau, kaltim, Papua yang mana hal ini menyebabkan terpuruknya perekonomian Indonesia menjelang akhir tahun 1997

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar sesuai artikel