Wednesday, 3 February 2016

KERAJAAN KEDIRI (materi sejarah Indonesia)

KERAJAAN KEDIRI 

Berdirinya Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri atau Panjalu terletak di Jawa Timur
Orang cina menyebut nama panjalu dengan sebutan Pu-Chia-lung
Kerajaan Kediri berdiri sekitar tahun 1042-1222 M
Kerajaan ini berpusat di Kota Daha, sekarang namanya Kediri
Kerajaan ini bercorak Hindhu
Pada akhir bulan November 1042, menurut Buku Nagarakertagama, serat Calon Arang dan di perkuat oleh Prasasti Turun hyang II, Airlangga membagi Kerajaan Kahuripan menjadi 2.
Yaitu yang pertama : Kerajaan Panjalu atau kediri yang berpusat di Daha, di serahkan kepada Sri Samarawijaya
Kedua Kerajaan Jenggala yang berpusat di kahuripan di serahkan kepada Mapanji Garasakan atau Panji Garasakan
Prasasti Turun Hyang II merupakan, piagam pengesahan anugrah dari Mapanji Garasakan kepada penduduk desa Turun Hyang karena mereka setia membantu Jenggala melawan Panjalu atau Kediri
Secara otomatis desa Turun Hyang di tetapkan sebagai sima swatantra atau perdikan 

Raja-Raja Kediri
1. Sri Samarawijaya
2. Sri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu
            Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu
3. Kameshwara
            Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab samaradhana. Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama, dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Daha. Permaisurinya bernama Sri Kirana, yang berasal dari Jenggala.
4. Jayabaya
            di bawah pemerintahannya Kediri mencapai puncak kejayaan. Dengan dibuktikan dia mampu menaklukan ternate sebagai wilayah kekuasaannya.
5. Sarweswara
            Sebagai raja yang taat beragama dan budaya, prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu, , dikaulah (semua) itu , semua makhluk adalah engkau . Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah moksa, yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan , segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar.
6. Raja Sri Aryeswara
7. Raja Sri Gandra
            Masa pemerintahan Raja Gandra (1181 M) dapat diketahui dari Prasasti Jaring, yaitu tentang penggunaan nama hewan dalam kepangkatan seperti nama gajah, kebo dan tikus. Nama-nama tersebut menunjukkan tinggi rendahnya pangkat seseorang dalam istana.
8. Raja Sri  Kertajaya
            Merupakan raja terakhir dari Kerajaan Kediri. Raja Kertajaya juga dikenal dengan sebutan Dandang Gendis. Selama masa pemerintahannya, kestabilan kerajaan menurun. Hal ini disebabkan Raja Kertajaya mempunyai maksud mengurangi hak-hak kaum Brahmana. Keadaan ini ditentang oleh kaum Brahmana. Kedudukan kaum Brahmana di Kerajaan Kediri semakin tidak aman.
           
Sumber Sejarah
Dalam Negeri :
  1.    Prasati sirah keting (1140 M) tentang pemberian hadiah tanah kepada rakyat desa oleh Jayawarsa
  2.     Prasati yang ditemukan tulung agung dan kertosono, berisi masalah keagamaan
  3.     Prasasti Ngantang (1135 M) tentang raja Jayabaya member hadiah rakyat desa Ngantang sebidang tanah bebas pajak.
  4.     Prasasti Jaring (1181 M) tentang raja Gandra yang membuat sejumlah nama-nama hewan seperti kebo waruga dan tikus janata.
  5.   Prasasti Kamulan (1194 M) tentang raja Kertajaya yang menyatakan bahwa Kediri berhasil mengalahkan musuh di istana.
Berita  Asing :
Buku cina yang berjudul  Chu Fan Chai karangan Chu Ju Kuam (1220 M) yang mengambil cerita dari buku Ling Wai Tai ta (1778 M) karanga Chu Ik Fei tentang kerajaan Kediri pada abad 12 dan 13 M.
 
Kehidupan Sosial-Budaya
Kehidupan sosial kemasyarakatan pada zaman Kerajaan Kediri dapat kita lihat dalam kitab Ling-Wai-Tai-Ta yang disusun oleh Chou Ku-Fei pada tahun 1178 M.
Kitab tersebut menyatakan bahwa masyarakat Kediri memakai kain sampai bawah lutut dan rambutnya diurai.
Rumah rakyat kediri rata-rata sangat bersih dan rapi. Lantainya dibuat dari ubin yang berwarna kuning dan hijau.
Kalau sakit rakyat tidak mencari obat, tetapi cukup memuja dewa.
Hubungan sosial masyarakat sangat erat.
Dalam upacara perkawinan keluarga pengantin wanita menerima mas kawin emas.
Hasil kebudayaan yang sangat menonjol adalah kitab – kitab sastra.
Golongan-golongan dalam masyarakat Kediri dibedakan menjadi tiga berdasarkan kedudukan dalam pemerintahan kerajaan:
1) Golongan masyarakat pusat (kerajaan), yaitu masyarakat yang terdapat dalam lingkungan raja.
2) Golongan masyarakat thani (daerah), yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para pejabat atau petugas pemerintahan.
3) Golongan masyarakat non-pemerintah, yaitu golongan masyarakat yang tidak mempunyai kedudukan dan hubungan dengan pemerintah secara resmi atau masyarakat wiraswasta.
             
Kehidupan Ekonomi
Mata pencahariannya pertanian, peternakan, dan perdagangan ( banyak penduduk yang menanam kapas dan memelihara ulat sutra )
Kehidupan ekonominya cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari diberikannya penghasilan tetap pada para pegawai kerajaan
Sebagian keuangan Negara bersumber dari hasil pertanian, peternakan, dan perdagangan                
Alat pembayaran uang perak

Kehidupan Agama
Agama yang berkembang di Kediri adalah agama hindu aliran Waisnawa( Airlangga titisan Wisnu)
Aliran Waisnawa memuja dewa Wisnu sebagai dewa tertinggi
Para guru kebatinan mendapat tempat yang terhormat

Keruntuhan Kerajaan Kediri
Dalam kitab Pararaton dan Nagarakertagama, tahun 1222. raja terakhir kediri yaitu Kertajaya berselisih dengan kaum brahmana.
Kemudian, kaum brahmana meminta pertolongan kepada Ken Arok.
Pertempuran pasukan kediri dan Tumapel (singasari) terjadi di desa Ganter.
Dalam pertempuran tersebut, pasukan ken arok berhasil mengalahkan pasukan kertajaya.
Kekalahan kertajaya, menandai berakhirnya kerajaan kediri.
Sejak saat itu, kerajaan kediri berada di bawah kerajaan singasari.
Ken arok kemudian mengangkat putra kertajaya yaitu Jayasabha menjadi adipati kediri.
Tahun 1258, jayasabha di gantikan oleh putranya yaitu sastrajaya.
Tahun 1271, putra sastrajaya, yang bernama jayakatwang, menggantikannya sebagai adipati.
Untuk membalaskan dendam leluhurnya, yang dikalahkan oleh ken arok, jayakatwang menyerang singasari, yang pada saat itu singasari di pimpin oleh kertanegara.
Jayakatwang berhasil membunuh kertanegara dan berhasil membangun kembali kediri.
Namun, kediri yang di dirikan oleh jayakatwang tidak bertahan lama.
Tahun 1293, serangan gabungan dari pasukan mongol dan pasukan menantu kertanegara yaitu raden wijaya berhasil mengalahkan kediri.

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar sesuai artikel