Friday, 29 July 2016

Mikrokontroler dan penjelasannya



Mikrokontroler 


Assalamu’alaikum Wr Wb
Kali ini saya akan berbagi materi tentang mikrokontroler yang ada dalam sistem komputer. Apa itu mikrokontroler? Untuk lebih jelasnya simak penjelasan di bawah ini. Disini saya akan menjelaskan pengertian dari mikrokontroler, bagian-bagian dari mikrokontroler beserta fungsinya.
Mikrokontroler  yaitu suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus. Pengertian lain mengenai mikrokontroler yaitu suatu alat pengendali (IC) yang memiliki kepadatan yang sangat tinggi yang digunakan untuk menampung/memproses perintah.
Mikrokontroler terdiri dari bagian-bagian yang saling dihubungkan dengan bus internal dan pada umumnya terdiri dari tiga macam bus, yaitu :
·         Address bus
·         Data bus
·         Control bus


Masing-masing bagian memiliki fungsi sebagai berikut :
a.       Register
Register merupakan suatu tempat penyimpanan (variabel) bilangan bulat yang terdiri dari 8 bit / 16 bit. Register yang memiliki fungsi umum digunakan untuk menyimpan data sementara yang diperlukan untuk proses perhitungan dan proses operasi mikrokontroler. Sedangkan yang memiliki fungsi secara khusus misalnya register timer berisi data untuk perhitungan pulsa untuk timer.
b.      Accumulator
Accumulator merupakan salah satu register khusus yang berfungsi sebagai operand umum proses aritmatika dan logika.
c.       Program counter
Program counter merupakan salah satu register khusus yang berfungsi sebagai pencacah/penghitung eksekusi program mikrokontroler.
d.      ALU (Arithmetic and Logic Unit)
ALU memiliki kemampuan dalam mengerjakan proses-proses aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) dan operasi logika (misalnya, AND, OR, X-OR, NOT, dsb) terhadap bilangan bulat 8 bit / 16 bit.
e.       Clock Circuits
Clock circuits menyediakan clock untuk seluruh bagian rangkaian, karena mikrokontroler merupakan rangkaian logika sekuensial, dimana proses kerjanya berjalan melalui sinkronisasi clock.
f.       Internal ROM (Read Only Memory)
Internal ROM merupakan memori penyimpanan data dimana data tersebut tidak dapat diubah/dihapus (hanya dapat dibaca). ROM biasanya diisi dengan program untuk dijalankan oleh mikrokontroler segera setelah power dihidupkan. Data dalam ROM tidak dapat hilang meskipun power dimatikan. ROM dalam mikrokontroler dapat berupa flash, EPROM atau EEPROM tergantung dari jenis mikrokontroler.

Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr Wb

No comments:
Write komentar

Silahkan berkomentar sesuai artikel