Blog for Learning

Materi Pelajaran, Ringkasan Materi, Rangkuman Materi, Contoh Soal dan Jawaban, Pengertian, Macam-macam, Jenis-jenis, Contoh-contoh, dan lain-lain.

Recent Posts

Advertisement

Download

Powered by Blogger.

Visitors

Flag Counter

Pages

HTML Table

Pengolahan Limbah

Pengolahan Limbah

Assalamu’alaikum Wr Wb
Kali ini saya akan posting tentang  Pengolahan Limbah. Berikut penjelasannya.

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas lainnya (grey water). Pengelolaan limbah merupakan kegiatan mengelola limbah dengan menggunakan cara-cara tertentu, sehingga limbah dapat dibuang dengan aman tidak mencemari lingkungan.
Di Indonesia, masalah pengelolaan limbah yang berasal dari hasil eksploitasi sumber daya alam mineral maupun industri pertambangan belum dilaksanakan secara tanggung jawab. Adapun bukti-bukti dari pengelolaan limbah yang tidak bertanggung jawab dapat kita lihat terutama di daerah pertambangan di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari ekploitasi sumber daya mineral oleh perusahaan pertambangan telah membuat banyak wilayah tercemar oleh limbah bahan galian yang tidak diperlukan serta limbah yang berasal dari proses ekstraksi mineral yang menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya.
1. Penambangan batu bara di Kalimatan Timur oleh beberapa perusahaan bentuk lahan di wilayah tersebut menjadi kolam-kolam air dan merusak struktur tanah serta sistem hidrologi air tanah.
2. Penambangan bijih tembaga di Freeport Papua telah mengakibatkan kerusakan-lingkungan di sekitar wilayah tambang serta pencemaran di hulu-hulu sungai oleh limbah yang berasal dari bahan galian yang tidak terpakai.
3. Penambangan timah dan kaolin di Pulau Bangka dan Belitung telah meninggalkan banyak terbentuk danau dan kolam. Lubang bekas penggalian tambang terisi oleh air hujan. Biaya remediasi lingkungan untuk pemulihan 1okasi-lokasi yang telah tercemar khususnya di wilayah pertambangan sangat mahal.
4. Permasalahan pengelolaan limbah dan kerusakan lingkungan juga terjadi dalarn ekspliotasi sumber daya hutan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HTP) maupun industri bubur kertas. Kerusakan dan degradasi lingkungan yang terjadi akibat eksploitasi sumber daya hutan yang pengawasannya terlalu lemah telah mengakibatkan banyak hutan tropis di Indonesia telah rusak dan hal ini berdampak pula pada kerusakan sistem hidrologi air tanah, struktur tanah, ekosistem dan kerusakan fauna dan flora.
Produksi limbah rumah tangga selalu ada dan tidak pernah berhenti. Seringkali tidak disadari, sehingga kita membuang limbah begitu saja tanpa memperhatikan dampaknya. Limbah padat yang dikumpulkan pada bak sampah untuk kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Sementara itu, limbah caimya dibiarkan mengalir melalui selokan dan akhirnya meresap ke dalam tanah, dan mencernari tanah dan air dalam tanah. Dampak dari meresapnya air ke dalam tanah ini adalah terjadinya penurunan kualitas air dan timbullah masalah kekurangan air yang berkualitas, penyakit menular, dan 1ain-1ain. Menurut data Statistik WHO yang dirilis bertepatan dengan hari air sedunia pada tangal 22 Maret 2012, setiap harinya 6.000 anak di dunia meninggal karena kekurangan air bersih.
Berdasarkan fakta tersebut, bisa dilihat bahwa ketika kita tidak memperdulikan dampak limbah rumah tangga, maka limbah sampah bentuk padat dan cair tersebut menjadi produk yang sangat merugikan bagi kita (keluarga dan lingkungan kita), yang pada akhirnya merugikan kehidupan kita bersama. Sampah padat dapat diatasi dengan melakukan pemilahan, sampah padat dikategorikan menjadi tiga, yaitu :
-          Sampah organik
-          Non organik
-          Sampah B3
Sampah non organik dapat dipilah dan dijual sehingga dapat menambah penghasilan. Sampah organik dapat diolah dengan komposting sehingga menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Limbah cair yang dibiarkan meresap ke dalam tanah akhirnya akan mencemari air tanah. Air limbah domestik dapat berpengaruh negatif bagi kualitas badan air yang berakibat pada terkontaminasinya air. Sebagaimana diketahui, kontaminasi air akibat aktivitas domestik masih relatif tinggi, sekitar 70-80%. Oleh karena itu, saatnya untuk mengatasi permasalahan terkait sanitasi dan kesehatan lingkungan pemukiman serta kualitas air bersih. Menghadapi permasalahan terkait produksi limbah sampah cair dan dampaknya, maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi hal krusial yang harus dimanfaatkan sebagai solusi di bidang pengolahan limbah cair rumah tangga. Hal ini bisa dilakukan melalui pelaksanaan kajian-kajian dan penelitian empiris yang mengkaii lebih jauh mengenai sistem pengolahan limbah cair yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk teknologi terapan. Teknologi pengolahan air limbah (water treatment) yang dipilih harus mampu meningkatkan kualitas air efluen secara kimiawi, fisik, dan bakterial. Beberapa teknologi pengolahan limbah cair antara lain :
-          Biorotasi (berupa instalasi pengolahan air limbah),
-          Biotour (instalasi daur ulang lirnbah),
-          Meralis (instalasi pengolahan air limbah sistem kompak),
-          Merotek (instalasi pengolahan air siap minum,
-          IPA Mobile (instalasi pengolahan air dengan sistem yang portable),
-          Biority, dan Ekotech Garden (E1GA) atau taman sanita.
Sampah menghasilkan limbah plastik. Marilah kita mengenal jenis plastik yang aman. Selain plastik kresek. kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan "styrofoam" juga berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila bereaksi dengan makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol dalam keadaan panas.
Meskipun bila residunya kecil tidak berbahaya. Secara umum, kemasan plastik diberikan label-label sebagai berikut.



Keterangan:
1.         PETE atau PET (polyethylene terephthalate) dengan berlabel angka 01 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol plastik yang jemih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya sekali pakai. Jangan dipakai untuk menyimpan air hangat apalagi panas.
2.         HDPE (high density polyethylene) berlabel angka 02 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
3.         V atau PVC (polyvinyl chloride) berlabel angka 03 dalam segitiga adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
4.         LDPE (low density polyethylene) berlabel angka 04 dalam segitiga biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan berkode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang ini bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
5.         PP (polypropylene) berlabel angka 05 dalam segitiga adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik botol ini transparan yang tidak jernih atau berawan.
6.         PS (polystyrene) berlabel angka 06 dalam segitiga biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan bersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
7.         Other (biasanya polycarbonate) berlabel angka 07 dalam segitiga bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon.
 
Sumber :
Hardati, Puji, dkk. 2016. Buku Ajar Pendidikan Konservasi. Semarang : Unnes Press.

Sekian postingan saya kali ini mengenai  Pengolahan Limbah. Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr Wb
0 Komentar untuk " Pengolahan Limbah"

Silahkan berkomentar sesuai artikel

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top